Tanjung Selor(Humas MTsN Bulungan) – Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bulungan, termasuk unit Filial di Salimbatu, konsisten mengikuti kegiatan Dzikir dan Doa Bersama yang diselenggarakan secara rutin oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara secara virtual melalui Zoom Meeting setiap hari Rabu. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang religius dan berakhlakul karimah.
Pelaksanaan Dzikir dan Doa Bersama di MTsN Bulungan dipusatkan di Aula MTsN Bulungan, diikuti oleh kepala madrasah, perwakilan dewan guru yang tidak ada jadwal mengajar di jam pertama, kepala tata usaha beserta staf, dan perwakilan murid sesuai jadwal gilirannya kali ini giliran murid kelas VII-A hingga VII-D. Rabu, (22/7/2026).
Kepala MTsN Bulungan, Hj. Rosdiana, senantiasa menekankan pentingnya kegiatan spiritual ini dalam mendukung proses pembelajaran dan meraih keberkahan. Menurut beliau, dzikir dan doa bersama bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai spiritualitas, membentuk karakter peserta didik yang disiplin, serta memberikan ketenangan batin dalam menghadapi berbagai tugas akademis.
Kegiatan yang rutin diagendakan oleh madrasah ini diharapkan mampu membekali para siswa dengan mental yang tangguh, mempererat tali silaturahmi, serta memohon perlindungan dan kemudahan dari Allah SWT dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar khususnya di lingkungan MTsN Bulungan.
Suasana khusyu’ dan khidmat menyelimuti pelaksanaan kegiatan dzikir dan doa dengan lantunan Rotibul Haddad yang secara terpusat dipandu oleh petugas dari Kanwil Kemenag Kaltara.
Setelah pelaksanaan dzikir dan doa dilanjutkan dengan tausiah agama, tausiah agama perdana kali ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan, H. Syopyan, S.Ag., M.Pd.
Mengawali tausiahnya, H. Syopyan mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT serta menjadikan dzikir dan doa sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam menjaga keseimbangan antara pengabdian kepada dunia dan persiapan menuju kehidupan akhirat.
“Setiap hari Rabu kita melaksanakan dzikir dan doa bersama sebagai bagian dari ikhtiar ukhrawi. Kita ingin menjaga keseimbangan antara ikhtiar dunia dan ikhtiar akhirat. Semoga seluruh aktivitas yang kita lakukan menjadi bagian dari ibadah yang diterima Allah SWT,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, H. Syopyan mengangkat hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi tentang empat perkara yang akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat, yaitu umur, ilmu, harta, dan jasad. Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bagi setiap muslim agar memanfaatkan seluruh nikmat yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.
Ia menjelaskan bahwa pertanyaan pertama berkaitan dengan umur, yang hakikatnya berbicara tentang waktu. Waktu merupakan nikmat yang tidak dapat digantikan dan akan terus berkurang setiap hari.
Melalui kegiatan Dzikir dan Doa Rutin ini, diharapkan profesionalitas aparatur Kementerian Agama semakin selaras dengan penguatan spiritualitas, sehingga lahir ASN yang tidak hanya unggul dalam kinerja, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keimanan, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat.*(Mqy)
Tidak ada komentar