Tanjung Selor (Humas MTsN Bulungan) Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat MTsN Bulungan Mariyatul Qibtiyah diundang sebagai narasumber kegiatan Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Kabupaten Bulungan Selasa,(10/2/2026).
Ngabuburit Pengawasan Bawaslu adalah program edukasi politik dan pengawasan partisipatif yang diadakan Bawaslu dari tingkat pusat hingga ke daerah waktunya menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan baik secara daring, luring maupun hybrid (Kombinasi daring dan luring)
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kepemiluan, melakukan refleksi/evaluasi pengawasan, serta memperkuat solidaritas dan integritas jajaran pengawas maupun Masyarakat.
Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Kabupaten Bulungan pada episade ke-20 ini mengusung tema “ Peran Perempuan dan Kaum Ibu dalam Menjaga Pemilu yang Bersih dan Bermartabat” yang menghadirkan salah satu tokoh perempuan di Kabupaten Bulungan Ustadzah Mariyatul Qibtiyah selaku Ketua Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim (Hidmat) Muslimat NU Kalimantan Utara, Wakil Ketua PW. Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kaltara yang juga selaku ASN Kementerianag Agama Kabupaten Bulungan tepatnya selaku Guru dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat di MTsN Bulungan
Dalam cramah singkat yang langsung dipandu oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bulungan Dwi Suprapto selaku moderatornya Ustadzah Mariyatul menegaskan tentang peran perempuan dan kaum ibu dalam keluarga, bermasyarakat dan dalam berbangsa dan bernegara.
” Dalam pandangan Islam, perempuan adalah tiang negara sekaligus pendidik utama dalam keluarga. Sebagai perempuan dan kaum ibu, kita memiliki peran vital dan strategis bukan hanya di dalam rumah, tetapi di masyarakat termasuk dalam menjaga integritas demokrasi,” ujarnya
“Mengawal Pemilu agar tetap bersih, bermartabat, dan jauh dari segala bentuk kecurangan demi masa depan generasi kita bukan hanya tugas para penyelenggara pemilu saja KPU, Bawaslu akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen Masyarakat tidak terkecuali kaum perempuan, kaum ibu,”imbuhnya.
Lebih jauh ia berharap kepada kaum Perempuan, kaum ibu khususnya para penggiat majelis taklim, para jama’ah majelis taklim untuk menjadi pioneer dan mampu menjadi benteng pertama melawan praktik politik uang (risywah) , penyebaran berita bohong, demi mewujudkan demokrasi yang berkah, jujur, dan bermartabat khususnya di Kabupaten Bulungan.
“ Saya mengajak kepada kaum perempuan, kaum ibu khususnya para penggiat dan para jama’ah majelis taklim mari kita turut aktif mengambil peran dalam upaya mewujudkan demokrasi yang berkah, jujur, dan bermartabat demi mewujudkan kesejahteraan dan kemaslakhatan umat khususnya di Kabupaten Bulungan yang kita cintai ini,”
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan kujungan silaturrahim dan konsolidasi demokrasi dengan melibatkan tokoh perempuan dan majelis taklim oleh Bawaslu Bulungan dalam program “Ngabuburit Pengawasan” merupakan strategi cerdas untuk memperkuat pengawasan partisipatif di akar rumput. Sebagai agen moral, kaum ibu berperan krusial dalam menanamkan nilai kejujuran dan melawan politik uang guna mewujudkan pemilu yang bersih serta bermartabat *(Mqy).
Tidak ada komentar