Tanjung Selor (Humas MTsN Bulungan) Sebanyak 30 Guru MTsN Bulungan ikuti kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara di Auditorium H. Suriansyah Kanwil Kemenag Kaltara pada Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 175 peserta yang terdiri dari guru madrasah dan guru PAI dari berbagai satuan pendidikan di Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait konsep, filosofi, serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran di madrasah.
Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, H. Muhamad Saleh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta bertujuan untuk memastikan peserta didik memiliki pemahaman yang utuh tentang panca cinta yaitu cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama, cinta terhadap ilmu pengetahuan, serta cinta kepada bangsa dan negara. “Peran guru sangat strategis sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan agama yang humanis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan implementasi KBC sangat bergantung pada komitmen dan konsistensi guru dalam menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam budaya madrasah dan proses pembelajaran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Kaltara, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan, serta para Ketua Tim Bidang Pendidikan Islam. Hadir sebagai narasumber, Nurlelah, Guru MTsN 1 Kediri, yang memberikan penguatan materi terkait strategi dan praktik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran.
Rangkaian pembukaan Bimtek ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya komitmen kolektif para pendidik di Kalimantan Utara khususnya kabupaten bulungan untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara berkelanjutan, guna mewujudkan secara berkelanjutan, guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berkarakter * (Mqy).
Tidak ada komentar