Tanjung Selor (Humas MTsN Bulungan) Setelah rampung pemasangan instalasi perangkat digital di Laboratorium Bahasa modern mencakup integrasi perangkat keras utama (komputer/PC, Master Console, headset, proyektor) serta perangkat lunak multimedia kepala laboratorium dan sejumlah guru mata pelajaran diminta untuk mengikuti simulasi penggunaan perangkat keras ( Hardware) maupun perangkat lunak (Software) langsung oleh Tim IT dari penyedia pusat untuk memastikan laboratorium dapat berfungsi secara optimal dalam rangka mendukung pembelajaran secara interaktif, Selasa(9/6/2026) di ruang Laboratorium Komputer dan Bahasa MTsN Bulungan yang baru selesai pembagunannya.
Kepala MTsN Hj. Rosdiana menyambut baik dan antusias kegiatan simulasi dan tutorial penggunaan perangkat laboratorium komputer dan bahasa yang diinisiasi oleh tim IT ini, ia berharap laboratorium bisa segera difungsikan sebagaimana mestinya.
Menurutnya penggunaan laboratorium komputer dan bahasa bukan hanya sebagai sarana pembelajaran teknologi dasar, tetapi juga untuk membekali siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan tuntutan zaman.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal komputer, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif, baik dalam hal pengolahan data, desain, maupun komunikasi di dunia digital,” ujar beliau.
Salah satu Tim IT, Zidan Afkar Maulana secara professional dan telaten memperkenalkan sekaligus menyampaikan tutorial pemanfaatan software Sanako yaitu aplikasi yang biasa digunakan pada Laboratorium Bahasa di berbagai institusi pendidikan baik di dalam maupun luar negeri. Karena Sanako bukan sekadar software, tetapi sistem pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi secara nyata dengan pendekatan yang lebih interaktif dan terstruktur, Sanako memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif, bukan hanya menerima materi. Sistem Sanaco dirancang untuk mengubah pengalaman belajar secara menyeluruh. Siswa tidak lagi hanya mendengarkan, tetapi berlatih speaking secara langsung, siswa erlibat dalam diskusi, siswa melakukan simulasi komunikasi, ini membuat proses belajar lebih hidup dan efektif.
Dengan sistem digital, setiap aktivitas siswa dapat dipantau dan direkam. Guru dapat mendengarkan hasil speaking siswa, menilai berdasarkan data, melacak perkembangan siswa.
Dengan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis digital pada pembelajaran diharapkan dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan minat dan kemampuan siswa tentu dengan perencanaan yang tepat serta dukungan guru serta orang tua. *(Mqy)
Tidak ada komentar