Tanjung Selor (Humas MTsN Bulungan) -Sebanyak 60 Orang Siswa MTsN Bulungan mengikuti kegiatan “The Most KUA” yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Selor bertempat di Aula MTsN Bulungan, Rabu(11/2/2026).
“The Most KUA” (Move for Sakinah Maslahat) adalah sebuah program yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam Kemenag) pada awal Maret 2026 lalu merupakan gerakan transformasi layanan Kantor Urusan Agama (KUA) yang modern, proaktif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya sebagai pusat pembinaan keluarga. Sehingga program ini fokus pada bimbingan keluarga, pernikahan, dan edukasi keagamaan.
Kepala MTsN Bulungan Hj. Rosdiana menyambut baik atas kerja sama yang dibangun oleh KUA Tanjung Selor dengan MTsN Bulungan selama ini dengan menunjuk MTsN Bulungan sebagai lokus sekaligus peserta beberapa kegiatan yang menjadi program KUA Tanjung Selor.
“ Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada pihak KUA Tanjung Selor yang selama telah menunjuk MTsN Bulungan sebagai tempat kegiatan sekaligus meminta siswa kami sebagai peserta beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh KUA Tanjung Selor,”ujarnya
“Tentu ini suatu kehormatan bagi kami dan karunia bagi Siswa-siswi MTsN Bulungan yang berkesempatan untuk mendapatkan tambahan wawasan dan ilmu yang tentu sangat bermanfaat ini,” imbuhnya.
Ia juga meminta kepada semua siswa yang berkesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut agar bersungguh-sungguh sehingga materi-materi yang disampaikan dapat diserap, dipahami.
Hadir selaku pemateri dari KUA Tanjung Selor Ustadz Gufron Asrori didampingi oleh Ustadz Dzurqoni dan Hj. Susiati.
Adapun peserta adalah siswa-siswi kelas Kelas IX dan ditambahkan beberapa dari kelas VIII kerana sebagaian kelas IX sedang mengikuti gladi bersih Tes Kompetensi Akademik (TKA) Selaku pendamping siswa langsung Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Heni Sopiawati dan Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Mariyatul Qibtiyah
Pada kesempatan tersebut selaian diberikan materi-materi terkait pentingnya menjaga pergaulan, membangun karakter, serta merencanakan masa depan dengan baik. Materi juga menyoroti berbagai risiko pernikahan dini, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun kesiapan mental dan ekonomi.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif. Beberapa di antaranya juga aktif menyampaikan pertanyaan dan pendapat selama sesi materi berlangsung. Bahkan dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi terkait pencanangan keluarga sakinah.
Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga mampu membangun karakter serta merencanakan masa depan dengan lebih baik dan bertanggung jawab.*(Mqy)
Tidak ada komentar