Tanjung Selor (Humas MTsN Bulungan) – Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN Bulungan tetap menunjukkan komitmen spiritual dan profesionalisme tinggi di tengah penerapan Kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) akaibat kabut asap Pada Kamis, 15 Oktober 2026, mereka secara khidmat mengikuti kegiatan Dzikir dan Doa Bersama secara daring. Kegiatan spiritual ini digelar oleh Kanwil Kemenag Kaltara sebagai agenda rutin setiap hari Kamis, yang pada periode sebelumnya sempat dilaksanakan setiap hari Rabu. Doa bersama ini menjadi penguat moral di tengah kondisi madrasah yang terpaksa menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) akibat dampak kabut asap.
Setelah sesi lantunan dzikir dan doa bersama selesai, acara dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah yang bermakna mendalam. Tausiyah hari ini diisi secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN Kota Tarakan, H. Bambang Wahyuono, S.Pd. Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh aparatur sipil dan pendidik untuk menanamkan niat mulia, yakni menjadikan setiap coretan tugas dan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dengan mengedepankan kejujuran, profesionalisme, serta rasa tanggung jawab.
H. Bambang Wahyuono menegaskan bahwa setiap langkah menuju tempat kerja dan setiap tetes keringat dalam mencari rezeki yang halal memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT. Namun, keagungan nilai ibadah tersebut sangat bergantung pada cara seseorang mengeksekusi amanahnya, termasuk kesungguhan, tingkat kedisiplinan, dan tanggung jawabnya.
Lebih lanjut, beliau menguraikan tiga pilar utama tanggung jawab dalam bekerja menurut ajaran Islam:Tanggung Jawab kepada Allah SWT: Setiap pegawai hendaknya bekerja secara sungguh-sungguh, profesional, dan cermat. Kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan harus menjadi landasan kokoh untuk menjaga integritas, bahkan saat tanpa pengawasan pimpinan.Tanggung Jawab kepada Sesama Manusia: Diwujudkan dengan menjaga komitmen, menepati janji, menggunakan waktu kerja sesuai ketentuan, serta memanfaatkan seluruh fasilitas kantor sebagaimana mestinya demi membangun iklim kerja yang tepercaya.Tanggung Jawab terhadap Keluarga melalui Rezeki yang Halal: Memastikan bahwa penghasilan yang dibawa pulang ke rumah bersih dari cara-cara yang tidak jujur agar mendatangkan keberkahan serta ketenteraman di dalam rumah tangga.
Di akhir tausiyahnya, Plt. Kepala MAN Tarakan mengajak seluruh peserta untuk melakukan introspeksi diri terhadap pelaksanaan tugas masing-masing, serta mengingatkan agar tidak bekerja semata-mata untuk mengejar jabatan atau pujian manusia, melainkan murni pengabdian kepada Sang Pencipta.
Kepala MTsN Bulungan Hj. Rosdiana menyampaikan “Kegiatan dzikir, doa, dan tausiyah rutin ini menjadi oase spiritual yang sangat penting bagi kami, terutama di tengah ujian kabut asap yang mengharuskan madrasah menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR). Kondisi jarak jauh ini tidak boleh menyurutkan semangat pengabdian kita,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dapat memetik hikmah dan penguatan spiritual yang mendalam. Kegiatan rutin ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana memohon keselamatan dan hilangnya musibah kabut asap di Kalimantan Utara, tetapi juga mampu memotivasi para pendidik untuk merefleksikan kembali etos kerja mereka. Dengan memahami tiga pilar tanggung jawab Islam yang disampaikan, diharapkan komitmen kejujuran, disiplin, dan profesionalisme guru dalam mengajar dari rumah (BDR) tetap terjaga dengan baik demi keberlanjutan mutu pendidikan generasi bangsa.*(Mqy)
Tidak ada komentar