Tanjung Selor (Humas MTsN Bulungan) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bulungan menggelar Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Periode Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN Bulungan yang akan dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Debat diikuti oleh dua pasangan calon yang telah ditetapkan sebagai peserta Pemilu OSIM. Pasangan nomor urut 01, yakni Indira Zahra Mulia, kelas VIII C, sebagai calon Ketua OSIM dan Alya Faiza, kelas VII D, sebagai calon Wakil Ketua OSIM. Sementara itu, pasangan nomor urut 02, yakni Haura Nazhifa, kelas VIII D, sebagai calon Ketua OSIM dan Rizni Zaira, kelas VII D, sebagai calon Wakil Ketua OSIM.
Kegiatan debat menjadi momentum bagi kedua pasangan calon untuk memaparkan visi, misi, program kerja, serta gagasan mereka dalam membangun OSIM MTsN Bulungan selama satu periode kepengurusan. Selain menyampaikan program unggulan, para calon juga diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan menyampaikan pandangan terkait berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan siswa dan lingkungan madrasah.
Pasangan nomor urut 01 membawa visi untuk membentuk generasi yang unggul dalam akhlak, bermanfaat bagi sesama, dan berdaya saing secara positif. Beberapa program yang ditawarkan di antaranya kotak aspirasi, pekan bakat dan budaya, serta market day.
Sementara itu, pasangan nomor urut 02 mengusung semangat “02 bukan sekadar angka, tapi langkah untuk perubahan”. Pasangan ini menawarkan sejumlah gagasan, di antaranya memperkuat OSIM sebagai wadah aspirasi siswa, mengembangkan minat dan bakat, membangun kedisiplinan dan tanggung jawab, serta meningkatkan hubungan dan kolaborasi antarsiswa MTsN Bulungan.
Kepala MTsN Bulungan, Hj. Rosdiana, mengapresiasi pelaksanaan debat calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM sebagai bagian dari proses pendidikan karakter bagi siswa.
“Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM bukan hanya tentang memilih seorang pemimpin, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi siswa bagaimana berdemokrasi dengan baik, menyampaikan pendapat dengan santun, menghargai perbedaan pilihan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil,” ujar Hj. Rosdiana.
Ia berharap seluruh siswa dapat mengikuti proses pemilihan dengan tertib dan menggunakan hak pilihnya secara bijaksana.
“Ibu berharap seluruh siswa dapat melihat visi, misi, kemampuan, dan program yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon. Pilihlah berdasarkan pertimbangan yang baik, bukan karena ikut-ikutan. Siapa pun yang terpilih nantinya harus kita dukung bersama untuk kemajuan OSIM dan madrasah,” lanjutnya.
Waka Kesiswaan MTsN Bulungan, Heni Sopiawati, menyampaikan bahwa debat calon merupakan sarana bagi siswa untuk belajar menjadi pemimpin sekaligus belajar menyampaikan gagasan di hadapan publik.
“Debat ini merupakan bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan. Anak-anak belajar bagaimana menyampaikan visi dan misi, menjawab pertanyaan, mempertahankan pendapat dengan argumentasi yang baik, serta tetap menghargai pasangan calon lainnya,” ungkap Heni Sopiawati.
Menurutnya, proses Pemilu OSIM harus menjadi pengalaman positif bagi seluruh siswa.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana seluruh rangkaian pemilihan ini dapat memberikan pengalaman demokrasi yang positif kepada siswa. Kami berharap mereka mampu menunjukkan sikap sportif, jujur, tertib, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina OSIM MTsN Bulungan, Mashela Mimi Suarti, mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan kepada siapa pun yang nantinya mendapat amanah sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIM periode 2026/2027.
“Kami melihat kedua pasangan calon memiliki potensi dan gagasan masing-masing. Melalui debat ini, mereka belajar untuk berani tampil, menyampaikan ide, dan menunjukkan kesiapan untuk menerima amanah sebagai pemimpin OSIM,” tutur Mashela Mimi Suarti.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Pemilu OSIM sebagai momentum memilih pemimpin yang mampu bekerja sama dan membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
“Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan bersama. Setelah pemilu selesai, mari kita kembali bersatu dan mendukung pengurus OSIM terpilih agar dapat menjalankan program kerja dengan baik. Kami dari pembina akan terus mendampingi dan mengarahkan mereka dalam menjalankan amanah,” jelasnya.
Pelaksanaan debat ini diharapkan dapat membantu siswa mengenal lebih dekat karakter, visi, misi, serta program kerja kedua pasangan calon. Dengan demikian, siswa dapat menentukan pilihan secara cerdas, objektif, dan bertanggung jawab pada Pemilu OSIM MTsN Bulungan yang akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2026.
Pemilu OSIM MTsN Bulungan bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa agar memiliki jiwa kepemimpinan, demokratis, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghargai perbedaan.*(Mqy)
Top of Form
Bottom of Form
Tidak ada komentar